Dukung Transformasi Digital, Kepala Perpustakaan MAN 3 Sleman Hadiri KPDI ke-17
06 Ags 2026
Sleman (MAN 3 Sleman) – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan berbasis digital, Kepala Perpustakaan MAN 3 Sleman, Nuzul Hidayah Yuningsih, S.IP. mengikuti Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17. Kegiatan berskala nasional ini diikuti oleh 385 peserta di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory Universitas, Selasa sampai Kamis (4–6/8/2026).
Nuzul menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam KPDI Ke-17 merupakan bagian dari upaya pengembangan kompetensi pustakawan sekaligus mendukung transformasi layanan perpustakaan di madrasah.
“Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, memberikan peluang besar bagi perpustakaan untuk menghadirkan layanan yang lebih efektif, efisien, dan menarik bagi pemustaka. Melalui konferensi ini, kami memperoleh banyak inspirasi dan pengetahuan baru yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan Perpustakaan MAN 3 Sleman,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber ahli dalam bidangnya antara lain Ismail Fahmi, Ph.D. (FPDI & Founder Drone Emprit), Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, M.M. (Dosen UMY), Prof. Dr. Mega Subramaniam (University of Maryland, USA), Hendro Wicaksono, S.S., M.Hum. (Founder SLiMS), Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (Dosen UMS), dan Tom Rieger (Professor of Practice, Rochester Institute of Technology).
Dengan mengusung tema “Kesadaran, Perilaku, Interaksi, dan Budaya Informasi di Era Kecerdasan Buatan”, konferensi ini menjadi forum strategis untuk membahas perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung transformasi layanan perpustakaan yang semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Berbagai materi yang diperoleh selama konferensi akan menjadi referensi dalam pengembangan program perpustakaan, mulai dari optimalisasi layanan digital, peningkatan literasi digital warga madrasah, pengembangan konten informasi berbasis teknologi, hingga penguatan kompetensi pustakawan dalam menghadapi era transformasi digital.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi praktik baik (best practices), memperluas jejaring profesional, dan memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam pengembangan perpustakaan modern.
Partisipasi yang dihadiri oleh para pustakawan, akademisi, peneliti, praktisi teknologi informasi, serta pengelola perpustakaan dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan khususnya bagi perpustakaan MAN 3 Sleman sehingga semakin mampu mendukung proses pembelajaran, penelitian, serta penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah. (nzl)